Kenali Jenis Lemak pada Makanan yang Anda Konsumsi

Perlu kita sepakati bahwa perut buncit adalah suatu masalah kita bersama. Entah pada anda pria atau wanita. . Niatnya mau tebar pesona pakai pakaian yang agak ketat, eh tapi perutnya kok kebablasan. . Hiks. . .

Eits, tapi jangan salah. . Perut gendut atau curvy tidak selalu menunjukkan status kesehatan seseorang. Ada banyak orang yang memiliki berat badan lebih tapi toh sehat-sehat saja. Di sisi lain orang yang terlihat normal-normal saja justru memiliki masalah metabolisme.

Nah, orang-orang yang gendut cenderung memiliki lemak yang tinggi dalam tubuh. Akan tetapi tidak semua lemak tersebut jahat dan berpotensi menjadi penyakit.

Pada artikel dari anggadewantara.com yang saya tulis, mari kita cari tahu lewat tulisan ini . .

 

Mengenal Jenis Asam Lemak dalam Tubuh

Asam lemak, bersama-sama dengan gliserol, merupakan penyusun utama minyak nabati atau lemak dan merupakan bahan baku untuk semua lipida pada makhluk hidup. Asam lemak merupakan sebuah ikatan asam karboksilat dengan ikatan alifatik yang dapat bersifat jenuh maupun tak jenuh.

Asam lemak merupakan unsur dasar pembangun lemak (lipid) dan merupakan komponen utama penyusun lemak. Asam lemak ini mempunyai rumus kimia R-COOH atau R-CO2H.

 

Lemak Pada Tubuh

 

 Fungsi lemak dalam tubuh dikenal sebagai :

  1. bahan bakar metabolisme seluler
  2. merupakan bagian pokok dari membran sel
  3. sebagai mediator atau second massenger aktivitas biologis antar sel
  4. sebagai isolasi dalam menjaga keseimbangan temperatur tubuh dan melindungi organ-organ tubuh
  5. pelarut vitamin A, D, E, dan K agar dapat diserap tubuh.

 

Menurut O`keefe (2008), asam lemak dibagi menjadi beberapa macam, antara lain asam lemak jenuh, asam lemak tak jenuh, asam lemak asetilenik, asam lemak trans, asam lemak bercabang, asam lemak siklik, asam lemak epoksi dan hipoksi, dan asam lemak furanoid. Dalam tulisan ini akan diberikan gambaran tentang jenis jenis asam lemak yang pertama hingga ketiga, yaitu asam lemak jenuh, asam lemak tak jenuh, dan asam lemak trans.

 

Asam Lemak Jenuh

Asam lemak jenuh merupakan struktur lemak asam karboksilat yang mempunyai 1 hingga 32 atom karbon di mana ikatan antara atom-atom karbonnya tidak mempunyai ikatan rangkap (O`keefe, 2008).  Sehari-hari kita dapat menjumpai beberapa jenis makanan yang mengandung asam lemak jenuh dengan proporsi tinggi (lebih dari 40%) antara lain dairy products (krim, keju, butter, es krim), cokelat, beberapa jenis kue, lemak daging, dan minyak kelapa sawit.

 

Asam Lemak Tak Jenuh

Asam lemak tak jenuh merupakan asam lemak yang memiliki struktur lemak ikatan rangkap pada struktur kimianya. Asam lemak tak jenuh dibagi menjadi 2 jenis, yaitu asam lemak tak jenuh tunggal (MUFAs) dan asam lemak tak jenuh ganda (PUFAs).

MUFAs merupakan asam lemak tak jenuh yang hanya mempunyai 1 ikatan rangkap, sedangkan PUFAs merupakan asam lemak yang mempunyai lebih dari 1 ikatan rangkap. Semakin banyak ikatan rangkap pada lemak tak jenuh maka semakin rentan sifatnya terhadap oksidasi lemak. PUFAs terdiri dari asam lemak omega-3 (n-3), omega-6 (n-6), dan omega-9 (n-9).

MUFAs banyak ditemukan di alpukat, margarine, minyak kacang tanah, minyak zaitun, minyak biji kapas. Sedangkan PUFAs banyak ditemukan pada minyak wijen, margarin, minyak kacang kedelai, minyak jagung, minyak biji matahari.

 

Asam Lemak Trans

Asam lemak trans adalah jenis asam lemak yang ketiga. Jenis asam lemak ini merupakan asam lemak yang termasuk dalam asam lemak tak jenuh yang terdiri dari geometri ikatan rangkap dalam konfigurasi trans.  Asam lemak trans ini juga terdapat secara alami (asam lemak vacenat, C18:1n-7) dan dapat muncul pada pengolahan asam lemak tak jenuh dalam pangan.

Asam lemak trans banyak ditemukan pada makanan yang diolah dengan menggunakan panas tinggi, antara lain makanan cepat saji, snack, gorengan, dan makanan yang dipanggang.

 

 

Pengaruh Lemak pada Kesehatan Tubuh

Asam lemak dan kesehatan saling memiliki keterkaitan satu dengan yang lain. Asam lemak jenuh menurut berbagai organisasi kesehatan dunia (WHO, FDA) merupakan faktor penyebab penyakit yang berhubungan dengan kardiovaskular. Selain itu, konsumsi asam lemak jenuh yang berlebihan dapat menyebabkan timbulnya penyakit dyslipidemia, kanker (payudara, ovarium, colorectal, dan prostat). Mereka menyarakan agar asupan asam lemak jenuh sebaiknya kurang dari 10 % bagi orang normal dan kurang dari 7% bagi yang berisiko tinggi.

Selain asam lemak jenuh, jenis asam lemak trans yang terdapat pada makanan cepat saji dan snack juga tidak baik bagi kesehatan. Pada tahun 2002, National Academy of Sciences memberikan rekomendasi terkait konsumsi asam lemak trans dimana asam lemak trans dapat meningkatkan LDL (kolesterol jahat) dan menurunkan HDL (kolesterol baik) serta meningkatkan risiko penyakit jantung.

Selain itu, konsumsi asam lemak trans yang berlebihan dapat menyebabkan penyakit Alzheimer, kanker, diabetes, obesitas, disfungsi hati, ketidaksuburan pada wanita, serta depresi.

Berkebalikan dengan kedua jenis asam lemak tersebut, asam lemak tak jenuh mempunyai peran penting dalam kesehatan. Asam lemak tak jenuh yang banyak terdapat pada alga, minyak ikan, seafood dan biji-bijian dapat menurunkan resiko terhadap serangan jantung. Selain itu, Omega 6 pada minyak bunga matahari juga dapat menurunkan resiko penyakit jantung.

Omega-3 dapat menurunkan resiko penyakit jantung, serangan jantung, resiko kanker payudara, depresi, dan hipertensi. Konsumsi omega-3 dianjurkan bagi wanita hamil untuk meningkatkan kesehatan otak dan mata. Namun yang lebih penting dalam konsumsi makanan yang mengandung asam lemak adalah kecukupan rasio antara asam lemak omega-6 dan omega 3.

 

Leave a Reply