Ikuti Kami

Breaking News
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Jenis Napza dan Efek Napza pada Tubuh yang Perlu Dipahami

Jenis Napza dan Efek Napza pada Tubuh yang Perlu Dipahami

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kecanduan zat apa pun entah itu legal maupun ilegal, dalam beberapa kasus dapat menyebabkan kondisi kesehatan yang serius. Sayangnya, penyalahgunaan dan kecanduan berbagai jenis narkoba telah mencapai proporsi epidemi di banyak bagian dunia, termasuk di Indonesia.

Beberapa zat seperti alkohol dan nikotin memang legal untuk orang di atas usia tertentu, tetapi banyak orang masih bergumul dengan kecanduan zat ini. Berbeda ceritanya jika mengkonsumsi narkotika dan psikotropika secara ilegal. Zat ini bisa sangat berbahaya karena efek narkoba yang tidak terduga pada orang yang menggunakannya.

Saat ini Anda mungkin telah mengenal jenis narkoba seperti sabu, ekstasi, pcc, dan lain-lain. Tetapi narkoba dibedakan bukan dari bentuknya saja, melainkan dari efek yang ditimbulkan.

.

Jenis-jenis Napza Berdasarkan Efek Pada Tubuh

Stimulan

Narkoba berjenis stimulan memiliki efek memicu perangsangan sinyal pada otak dan tubuh. Penggunaan stimulan membuat penderita lebih segar, bersemangat, tidak mudah lelah.

Selain efek diatas, pecandu juga akan merasakan kecemasan, jantung berdeba-debar, dan susah tidur.

Contoh narkoba jenis adalah sabu dan kokain.

Depresan

Narkotika berjenis depresan akan memperlambat atau menghambat impuls otak. Narkoba jenis memiliki efek tenang, rileks dan terasa nyaman.

Obat-obatan terlarang ini biasanya digunakan oleh orang-orang yang mengalami stres berat, depresi dan susah tidur.

Contoh narkotika jenis ini adalah heroin, dan morfin.

Halusinogen

Pengguna obat-obatan terlarang ini dapat membuat pecandu mengalami halusinasi.

Narkoba ini mempengaruhi persepsi kita terhadap realita yang berefek pada pancaindra. Penggunanya dapat melihat, mendengar sesuatu yang berbeda dari normalnya.

Efek samping lain yang dapat ditimbulkan kehilangan memori, kecemasan, kebas, dan sensasi seperti melayang.

Contoh narkoba jenis ini adalah LSD, dan magic mushroom.

Campuran

Ada jenis narkoba yang memiliki efek yang berbeda atau campuran.

Contohnya adalah ganja yang memiliki efek depresan dan halusinogen.

Ganja
Foto Ganja

Narkoba lain yang memiliki efek campuran adalah ekstasi atau disebut MDMA. Obat ini memiliki efek stimulan dan halusinogen.

Narkoba
Foto Obat Ekstasi

.

Selain efek yang telah dijelaskan sebelumnya, narkoba juga memiliki efek yang berbahaya bagi tubuh. Simak artikel dari anggadewantara.com ini sampai habis ya.

.

Bahaya Efek Napza pada Kesehatan Tubuh

Penyalahgunaan obat-obatan dapat menyebabkan perubahan kimiawi otak. Selain di otak, zat ini juga diproses melalui banyak sistem tubuh yang berbeda, berpotensi menyebabkan kerusakan yang lebih luas. Perubahan ini dapat menyebabkan kerusakan yang kronis. 

Di bawah ini Anda akan menemukan beberapa kondisi kesehatan paling umum yang disebabkan atau diperparah oleh penyalahgunaan narkoba atau alkohol.

Infeksi dan kerusakan sistem imun 

Obat-obatan yang disuntikkan secara intravena (melalui pembuluh darah vena) memiliki risiko infeksi yang sangat tinggi, terutama dari HIV, hepatitis B dan C, atau infeksi bakteri dari penggunaan jarum suntik yang kotor.

Obat-obatan lain yang penggunaannya dihirup juga meningkatkan risiko infeksi tertentu, seperti infeksi saluran pernapasan atas. 

Beberapa obat seperti kokain secara langsung mempengaruhi kemampuan sistem kekebalan untuk membuat sel darah putih, yang mengurangi respons kekebalan terhadap infeksi.

Gangguan Kardiovaskuler

Dada berdebar karena Efek Narkoba

 Obat berjenis stimulan dapat meningkatkan detak jantung penggunanya. Kebalikan dengan stimulan, obat golongan depresan dapat memperlambat jantung. Tekanan darah tinggi yang konsisten berkaitan dengan peningkatan risiko pembekuan darah,  iskemik, dan masalah peredaran darah lainnya seperti diseksi arteri aorta atau jantung koroner.

Banyak zat yang memabukkan dapat menyebabkan detak jantung tidak teratur. Stimulan seperti kokain, metamfetamin (sabu-sabu), dapat menyebabkanoverdosis yang berujung kematian  akibat serangan jantung.

Gangguan Paru

Menggunakan narkoba melalui proses menghirup dapat merusak organ pernafasan.

Seperti contohnya merokok ganja dapat merusak alveoli di paru-paru dan membuat sistem pernapasan bagian atas lebih rentan terhadap infeksi.

Beberapa depresan  seperti opioid, dapat memperlambat pernapasan atau membuat pernapasan menjadi dangkal atau tidak teratur. Jika seseorang mengalami overdosis opioid atau depresan lainnya, maka oksigen yang terhirup dan beredar dalam tubuh menjadi tidak optimal. Hal ini dinamakan hipoksia. Hipoksia yang berat dapat menyebabkan kematian.

Kerusakan Ginjal

Seperti yang kita tahu, Ginjal berfungsi menyaring racun keluar dari aliran darah, termasuk sejumlah besar zat berbahaya di dalam darah. Beberapa obat-obatan memiliki efek yang dikenal sebagai rhabdomyolysis, yaitu kerusakan jaringan otot yang membanjiri aliran darah dengan kadar racun dari isi sel otot. Racun ini termasuk protein akibat penghancuran sel otot yang dikenal sebagai mioglobin. Akibatnya, ginjal menjadi kewalahan dan tidak dapat menyaring racun secara efisien.

Hal ini dapat mengakibatkan kerusakan ginjal yang progresif, yang mengarah ke gagal ginjal yang memerlukan dialisis(cuci darah).

Gangguan saraf

Ketika seseorang menyalahgunakan obat dalam waktu yang lama, otak mereka beradaptasi. Setelah itu,terjadilah perubahan kimiawi pada otak mengikuti perkembangan ketergantungan fisik pada obat tersebut.

Selain ketergantungan fisik, penggunaan zat adiktif secara konsisten pada akhirnya dapat menyebabkan kecanduan dan gangguan otak bisa secara temporer,bahkan permanan. Seiring berkembangnya kecanduan, bagian otak yang terlibat dengan beberapa fungsi utama seperti pusat kesenangan, pengambilan keputusan, dan kontrol impuls, dapat mengalami perubahan.

Alkohol, benzodiazepin, dan obat penenang lainnya adalah depresan sistem saraf pusat, yang berarti mereka mengurangi impuls rangsang otak, yang mengarah pada rasa tenang atau relaksasi yang lebih besar. Pada dosis yang cukup tinggi, obat-obatan ini juga dikaitkan dengan masalah pergerakan tubuh, gangguan kognitif, dan kehilangan memori.

Stimulan seperti kokain, sabu, ekstasi, dan beberapa obat stimulan lainnya meningkatkan impuls neuron, yang berakibat pada perhatian yang lebih besar, emosi yang meningkat, dan  peningkatan energi fisik. Namun, begitu obat ini mulai hilang pada tubuh, efek samping negatif dapat berkembang karena otak lebih lambat untuk memulihkan keseimbangan neurotransmiter seperti serotonin, dopamin, dan norepinefrin. 

Rehabilitasi Penyalahgunaan Napza

Jika Anda khawatir tentang kesehatan Anda atau orang yang Anda cintai karena penyalahgunaan zat, ketahuilah bahwa ada bantuan rehabilitasi seperti Institut Penerima Wajib Lapor (IPWL).

Untuk menghentikan efek berbahaya dari zat yang memabukkan, penting untuk melakukan detoksifikasi dengan aman dengan bantuan profesional medis dan mengikuti program rehabilitasi yang komprehensif. 

Jika anda menemukan pecandu, anda dapat menghubungi pusat rehabilitasi seperti Institut Penerima Wajib Lapor (IPWL). Para pecandu yang terdaftar dan bersedia direhabilitasi di IPWL tidak akan dipenjara.

Salah satu contohnya di Kota Kediri adalah IPWL Eklesia Kediri Foundation

Mengakhiri masalah kecanduan atau penyalahgunaan zat memberi tubuh waktu untuk pulih, dan kerusakan pada tubuh dapat teratasi.

Mari kita Stop Narkoba dan Hidup 100%.

Silahkan share agar artikel ini bermanfaat bagi orang lain

  • visibility 9
  • forum 0
Bagikan Threads

Penulis

Seorang Dokter yang mempunyai hobi menulis dan berbagi info kesehatan.

Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • mengatasi GERD

    Mengenal Penyakit Gerd dan Cara Mengatasi GERD secara Alami

    • calendar_month Rabu, 28 Agt 2024
    • account_circle dr. Angga Dewantara
    • visibility 14
    • 0Komentar

    GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) adalah kondisi medis di mana asam lambung naik ke esofagus (kerongkongan), menyebabkan iritasi pada lapisan esofagus. Ini terjadi ketika katup antara esofagus dan lambung, yang disebut sfingter esofagus bagian bawah, tidak berfungsi dengan baik atau melemah, sehingga memungkinkan asam lambung mengalir balik ke esofagus.  GERD merupakan kondisi yang lebih serius daripada […]

  • Kadar Asam Urat Normal dan Penyebab Asam Urat Tinggi

    Kadar Asam Urat Normal dan Penyebab Asam Urat Tinggi

    • calendar_month Selasa, 16 Jul 2019
    • account_circle dr. Angga Dewantara
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Tahukah, Anda? Asam urat sebenarnya bukanlah sebuah penyakit. Pada dasarnya, asam urat itu ada di setiap tubuh manusia. Hanya saja, asam urat akan menjadi berbahaya jika nilainya sudah tidak normal, artinya lebih tinggi dari kadar yang seharusnya. Mengetahui kadar asam urat normal dan penyebab asam urat sangatlah penting. Mungkin belum banyak yang mengetahui kadar asam […]

  • Cara Terbaik dan Manfaat Menulis untuk Kesehatan Mental

    Cara Terbaik dan Manfaat Menulis untuk Kesehatan Mental

    • calendar_month Sabtu, 29 Mar 2025
    • account_circle dr. Angga Dewantara
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Mengapa Menulis Bisa Menyehatkan Pikiran? Di era digital yang serba cepat, tekanan hidup semakin meningkat, mulai dari pekerjaan, hubungan sosial, hingga harapan hidup, semuanya bisa menjadi sumber stres. Banyak orang mencari cara untuk mengelola kesehatan mental mereka, dan salah satu metode yang sederhana namun sangat efektif adalah menulis. Menulis tidak harus menciptakan karya yang indah, tetapi tentang mengeluarkan pikiran dan […]

  • Cara Menggunakan Audio, Cara Menggunakan Musik.

    Cara Menggunakan Musik untuk Fokus dan Podcast untuk ‘Belajar’ Tanpa Distraksi : Panduan Produktivitas Audio 2025

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle dr. Angga Dewantara
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Halo teman-teman. Apa kabar otak kalian hari ini? Aman? Masih nempel di dalam kepala? Atau udah jalan-jalan sendiri ke timeline Instagram padahal deadline kerjaan udah kayak tagihan pinjol, ngejar-ngejar nggak kenal waktu? Oke Sini, merapat. Sebagai content creator kesehatan favorit kalian, gue mau ngebahas satu hal yang sering banget jadi biang kerok sekaligus penyelamat kita: Audio. Yap, benda yang keluar […]

  • Kenali Jenis dan 6 Penyebab Stroke yang Perlu Diwaspadai

    Kenali Jenis dan 6 Penyebab Stroke yang Perlu Diwaspadai

    • calendar_month Sabtu, 6 Jul 2019
    • account_circle dr. Angga Dewantara
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Apakah Anda pernah melihat seseorang terserang stroke secara tiba-tiba? Nah, seperti yang umumnya kita ketahui, stroke memang terkesan datang dengan tiba-tiba. Tetapi, apakah benar penyakit stroke itu datang secara tiba-tiba? Masa sih, tanpa penyebab sama sekali. Hal inilah yang perlu kita ketahui dan pelajari sedari dini agar terhindar dari serangan stroke yang kesannya tiba-tiba. Penyakit […]

  • Panduan: 12 Cara Menurunkan Tekanan Darah Tinggi yang Efektif

    Panduan: 12 Cara Menurunkan Tekanan Darah Tinggi yang Efektif

    • calendar_month Rabu, 26 Jun 2019
    • account_circle dr. Angga Dewantara
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Memang sedikit ngeri jika mendengar kata “darah tinggi”, tapi tentulah kita tidak menyerah begitu saja kan. Kalaupun sudah terlanjur menderita penyakit ini, mari kita berusaha sebaik mungkin untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Tekanan darah adalah ukuran yang dapat menentukan seberapa kuat jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh Anda. Tekanan darah yang normal adalah tekanan […]

expand_less