10 Tanda Gejala Stroke yang Perlu Dikenali Sejak Dini

Masih belum begitu tahu dengan gejala penyakit stroke?

Stroke merupakan salah satu penyakit berbahaya yang menyebabkan kelumpuhan pada sebagian anggota tubuh manusia. Stroke sendiri terbagi menjadi dua jenis, yaitu stroke iskemik (terjadinya penyumbatan pembuluh darah di otak) dan stroke hemoragik (pecahnya pembuluh darah di otak).

Ada berbagai penyebab stroke seperti karena tekanan darah tinggi atau kadar lemak dan kolesterol yang tinggi dalam tubuh.

Sebenarnya, stroke memiliki karakteristik yang sama dengan penyakit lain, yaitu menunjukkan gejala. Sebenarnya, jika disadari dari awal mulai dari gejala paling ringan, stroke bisa diatasi dengan lebih baik. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk mengetahui dan memahami dengan baik gejala-gejala dari stroke.

 

Sebelum kita membahas gejala stroke, alangkah baiknya saya membahas terlebih dahulu fungsi otak pada psikologis dan tubuh. Hal ini berhubungan erat karena tanda dan gejala serangan stroke sesuai dengan area fungsi otak yang terkena.

 

Fungsi Bagian Otak Pada Tubuh Manusia

 

Otak manusia memiliki 3 bagian besar yaitu : cerebrum (otak besar), cerebellum (otak kecil) dan brainstem (batang otak).

#1 Cerebrum

Bagian ini merupakan bagian otak yang terbesar. Bagian otak ini memiliki bagian kanan dan kiri. Bagian kanan mengontrol bagian sebelah kiri tubuh dan sebaliknya.

Baca juga : Otak kanan vs Otak kiri pada Manusia

Selain itu cerebrum terdiri dari 4 bagian yang disebut lobus, yang terdiri dari : lobus frontal (depan), parietal (atas), temporal (samping), dan oksipital (belakang).

  • Lobus frontal mengatur gerakan, ucapan, perilaku, kepribadian, dan fungsi intelektual, seperti penalaran, proses berpikir, pemecahan masalah, pengambilan keputusan, dan perencanaan.
  • Lobus parietal mengendalikanr sensasi, seperti sentuhan, tekanan, nyeri dan suhu. Lobus ini juga mengendalikan orientasi spasial.
  • Lobus temporal mengatur indera pendengaran, ingatan dan emosi. Lobus temporal kiri juga mengendalikan fungsi bicara.
  • Lobus oksipital mengendalikan penglihatan.

#2 Cerebellum

Otak kecil ini terletak di bawah otak besar pada bagian belakang otak. Mirip seperti otak besar, bagian ini juga mempunyai dua belahan otak dan berwarna abu-abu dan putih. Otak kecil memiliki peran terhadap pengaturan  gerakan, keseimbangan, mengatur sikap atau posisi/postur tubuh, hingga koordinasi otot. Cerebellum berperan penting pada kemampuan seseorang untuk melakukan aksi cepat dan berulang seperti saat memainkan video game.

#3 Batang otak

Batang otak memiliki posisi di bawah cerebrum dan di depan cerebellum. Batang otak adalah bagian yang berfungsi menghubungkan otak dengan sumsum tulang belakang. Selain itu batang otak mempunyai fungsi otonom, termasuk untuk mengendalikan pernapasan, sistem kardiovaskular, sistem sistem rangsangan nyeri, dan kesadaran.

 

Oke, setelah mengetahui fungsi otak pada tubuh, kita akan membahas gejala stroke. Pada dasarnya gejala yang ditimbulkan dari penyakit stroke diakibatkan malfungsi dari bagian otak yang terkena.

 

Gejala Penyakit Stroke yang Perlu Diwaspadai

Gejala stroke ada yang ringan dan ada yang sudah berat. Berikut beberapa gejala stroke ada yang ringan sampai yang berat.

 

  1. Sakit Kepala Tiba-tiba

Salah satu gejala dari stroke adalah sakit kepala tiba-tiba tanpa sebab. Memang tidak semua sakit kepala tiba-tiba merupakan gejala dari stroke. Hanya saja, jika sakit kepala datang terus-menerus dengan intensitas rasa sakit yang tinggi, kita harus waspada.

Sakit kepala ini terjadi karena kurangnya pasokan darah ke otak karena penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah. Gejala lain dari stroke yang mengiringi sakit kepala di antaranya muntah-muntah, wajah terasa nyeri, dan leher menjadi kaku.

 

  1. Terjadi Gangguan Pada Penglihatan

Gejala stroke lainnya yang umum dirasakan oleh penderita adalah gangguan penglihatan yang cukup serius. Gangguan penglihatan ini juga datangnya tiba-tiba, sama dengan sakit kepala. Bentuk-bentuk gangguan penglihatannya bermacam-macam.

Pertama, gangguan berupa kesulitan melihat secara jelas. Penderita bisa mengalami penglihatan ganda, penglihatan kabur, atau kehilangan penglihatan.

Kedua, gangguan berupa kesulitan untuk melihat ke arah kanan atau kiri. Jika gangguan pada mata secara tiba-tiba ini terjadi, maka segera periksakan diri jangan sampai terlambat, karena bisa jadi hal tersebut adalah gejala dari stroke.

 

  1. Lupa ingatan

Otak adalah bagian tubuh yang menyimpan memori. Memori tersebut bisa berupa memori jangka pendek maupun jangka panjang.

Apabila stroke mengenai bagian otak yang berfungsi menyimpan memori, maka penderita akan mengalami gangguan pada ingatannya. Bahkan pasien tersebut dapat lupa siapa dirinya sendiri.

 

 

  1. Hilangnya Keseimbangan

Hilangnya keseimbangan atau koordinasi tubuh bisa menjadi gejala dari stroke. Stroke ini biasanya mengenai area cerebellum yang mengatur keseimbangan tubuh. Misal contoh lain adalah tidak mampu berjalan secara normal, cara berjalan sempoyongan dan kurang terkendali.

Gejala-gejala ini juga dapat dialami pasca stroke. Penderita mungkin terus merasa pusing dan tidak percaya diri dalam kemampuan  berjalan tanpa tersandung atau jatuh.

Beberapa penderita stroke mungkin hanya merasakan masalah keseimbangan ringan, sementara yang lain mengalami kehilangan keseimbangan yang parah sehingga mempengaruhi kualitas hidup mereka.

 

 

  1. Kesulitan Berjalan Secara Tiba-Tiba

Penderita stroke sering mengalami tersandung secara tiba-tiba dan tidak bisa menahan diri saat terjatuh. Hal ini dikarenakan lemahnya koordinasi saraf pada tubuh penderita.

Seseorang yang menderita stroke seringkali mengalami kelumpuhan pada sebagian tungkai kaki. Hal ini menyebabkan kesulitan berjalan atau bahkan berdiri pada penderita stroke. Tanda-tanda lain adalah kekakuan pada otot-otot tangan dan jari, misalnya tiba-tiba tidak mampu untuk menulis.

Semua gejala ini sangat penting untuk diwaspadai karena menjadi salah satu tanda awal penyakit stroke.

 

 

  1. Mengalami Kesulitan Saat Berbicara

Gejala stroke yang satu ini termasuk ke dalam gejala yang umum terjadi. Seseorang bisa tiba-tiba mengalami kesulitan mengucapkan kata-kata bahkan bisa mengalami kebingungan.

Sisi kiri otak anda mengendalikan bahasa. Jadi jika penderita mengalami stroke di bagian itu, penderita bisa mengalami aphasia (kehilangan kemampuan untuk memahami atau mengekspresikan bicara). Ini adalah gejala stroke berbahasa yang paling umum, yakni mengganggu kemampuan otak penderita untuk memproses kata-kata. Hal ini dapat memengaruhi cara berbicara, kemampuan untuk memahami apa yang dikatakan seseorang, atau keterampilan membaca atau menulis.

Bahkan beberapa penderita jika diminta untuk mengucapkan kalimat sederhana, mereka mengalami kesulitan. Bisa jadi ia sedang mengalami gejala stroke.

 

  1. Mengalami Kebingungan

Penderita yang mengalami stroke sering merasa kebingungan. Hal ini bisa dikarenakan gangguan fungsi kognitif dan hilangnya memori pada otak.

Penderita dapat mengalami kesulitan saat mengingat : masa lalunya, jalan pulang ke rumah, menerima informasi baru dll.

Bahkan, seseorang yang menderita stroke bisa jadi kesulitan untuk mengenali keluarga sendiri atau lingkungan sekitarnya.

 

 

 

  1. Mati Rasa Pada Bagian Tubuh Tertentu

Saraf di otak mengirim sinyal ke seluruh tubuh anda. Ketika penderita mengalami stroke, sinyal-sinyal ini dapat rusak atau berhenti berfungsi, menyebabkan hilangnya lengkap atau berkurangnya sensasi. Serangan stroke ini dapat menyerang pada satu atau beberapa area tubuh tergantung pada saraf yang terkena.

Seseorang yang menderita stroke dapat mengalami mati rasa pada sebagian tubuh misalnya mata, wajah, tangan, serta kaki kiri atau kanan. Pasien dapat mengalami mati rasa saat disentuh atau bahkan dicubit.

Indra lainnya seperti bau, rasa, dan pendengaran juga bisa sepenuhnya atau terpengaruh sebagian.  Beberapa bagian otak bertugas menerima atau berespon terhadap rangsangan yang diterima oleh tubuh. Rangsangan itu berupa sentuhan, suhu panas, dingin, getaran dll.

Jika terjadi gangguan pada bagian otak tersebut, maka penderita akan kesulitan merasakan sesuatu.

 

 

  1. Lumpuh Setengah Bagian Wajah, Lengan atau Kaki

Ini adalah gejala stroke yang sering ditemui. Tubuh penderita sudah mengalami parese (kelemahan) sebagian. Setengah bagian tubuhnya tidak bisa digerakkan seperti biasanya. Jika sudah sampai pada tahap ini maka harus segera melakukan pemeriksaan, pengobatan, dan tentunya terapi.

Seseorang yang sudah sampai ke tahap ini terkadang akan kesulitan menggerakkan bahkan jarinya saja. Jika mengenai bagian otak yang mengatur wajah, maka ia pun akan mengalami bentuk mulut yang mencong dan tentunya menyebabkan kesulitan untuk berbicara.

 

 

  1. Hilangnya Kesadaran

Kehilangan kesadaran pada pasien adalah salah satu gejala stroke yang cukup berat. Keadaan klinis seperti ini dapat menyebabkan penderita tidak sadar atau koma dalam waktu yang cukup lama.

Gejala ini menandakan stroke telah mengenai jalur kesadaran yang berpusat pada brainstem otak. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, gangguan pada bagian otak ini mampu mengganggu sistem pernafasan dan sirkulasi darah.

Jadi perlu diwaspadai jika menemukan seseorang yang kehilangan kesadarannya.

 

 

Nah, itulah 10 tanda gejala stroke mulai dari yang paling ringan sampai yang berat. Tentu tidak ada di antara kita yang ingin terserang stroke, bukan? Oleh karena itu, waspadailah gejala-gejala stroke di atas, bila perlu cegah sedini mungkin.

 

Mulailah gaya hidup sehat agar stroke tidak pernah berniat mengganggu kita.

Silahkan share bila bermanfaat. . .

 

Referensi lain :

https://www.activebeat.com/

Leave a Reply